Post by : Ahmad
E-Literacy
Abad 21 ini dikenal sebagai abad informasi, karena itu salah satu aspek penting agar sebuah bangsa bisa keluar sebagai pemenang di abad ini adalah kemampuannya untuk meningkatkan information literacy masyarakatnya. Bila hal tersebut dapat dilaksanakan maka akan muncul kekuatan information competency, yaitu kemampuan untuk mendayagunakan informasi yang diperolehnya untuk meningkatkan kinerja aktivitas sehari-hari.
Di negara-negara maju, masyarakatnya sudah memiliki tingkat information literacy yang cukup tinggi, dan akselerasi pertumbuhan ekonominya tidak lepas dari hasil yang didapat dari terpenuhinya information literacy pada masyarakatnya. Karena untuk dapat maju dan berkembang di era ini tidak hanya menguasai sumberdaya 4 M saja (men,materials, money, machibe/method) saja tetapi juga perlu tambahan K (knowledge). Dan information literacy adalah sarana untuk terpenuhi penguasaan sumberdaya K(knowledge) tersebut.
Dalam hal ini semakin banyak jumlah penduduk yang memiliki tingkat e-literacy yang tinggi, maka akan semakin kompetitif nilai keunggulan masyarakat. Maka salah satu masalah yang muncul dalam masyarakat adalah terdapatnya digital gap (kesenjangan digital) antar generasi di masyarakat. Generasi muda (new/next generation) adalah kelompok masyarakat yang akan memiliki tingkat e-literacy yang tinggi, namun generasi ini baru akan memberikan kontribusinya langsung pada masyarakat dikemudian hari. Maka terdapat dua generasi yang akan berpengaruh langsung terhadap masyarakat, yaitu today’s generation dan old generation. Old generation akan secara bertahap memberikan tongkat estafetnya kepada today generation. Yang menjadi masalah di Indonesia adalah tingkat e-literacy pada today generation masih terbilang cukup rendah. Hal ini tentunya akan berdampak pada terbentuknya new/next generation. Untuk itulah perlu usaha keras agar terjadi akselarasi penguasaan e-literacy pada today generation.
Sesuai dengan jamannya, maka tumbuhnya e-literacy pada setiap generasi akan berbeda. Pada old generation, kesempatan mereka untuk mengenal e-literacy tumbuh secara linear atau sekuensial sejalan dengan berkembangnya teknologi. Namun untuk today dan next genaration, tumbuhnya e-literacy akan lebih cepat dan efektif karena tidak berjalan secara sekuensial tetapi simultan. Digital Litaracy, Information Literacy, Computer Literacy dan I-Literacy akan dapat dikuasai dengan mudah secara simultan pada today/nex genaration. Maka :
e-literacy = F ( Digital Litaracy, Information Literacy, Computer Literacy dan I-Literacy)Tingkat kematangan setiap individu dalam hal e-literacy akan berbeda-beda. Dalam hal ini menurut teori Personal Capability Maturity Model (PCMM), level e-literacy dari individu dapat dibedakan menjadi 5 level.
- Level 0, jika seorang individu sama sekali tidak tahu dan tidak peduli akan pentingnya informasi dan teknologi untuk kehidupan.
- Level 1, jika seorang individu pernah memiliki satu dua kali pengalaman dimana informasi merupakan komponen penting untuk mencapai keinginan dan memecahkan masalah serta telah melibatkan teknologi informasi maupun komunikasi untuk mencarinya.
- Level 2, jika seorang individu telah berkali-kali menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu aktivitasnya sehari-hari dan telah memiliki pola perulangan dalam penggunaannya.
- Level 3, jika seorang individu telah memiliki standar penguasaan dan pemahaman informasi maupun teknologi yang diperlukannya serta konsisten mempergunakan standar sebagai acuan penyelenggaraan aktivitas sehari-hari.
- Level 4, jika seorang individu telah sanggup meningkatkan secara signifikan kinerja aktivitas kehidupannya sehari-hari melalui pemanfaatan informasi dan teknologi.
- Level 5, jika seorang individu telah mengganggap informasi dan teknologi sebagai bagian tidak terpisahkan dari aktifitas sehari-hari serta secara langsung maupun tidak langsung telah mewarnai perilaku dan budaya hidupnya (bagian dari information society).
Untuk itu semua maka perguruan tinggi memiliki peran yang sangat strategis untuk untuk meningkatkan e-literacy pada masyarakat indonesia.
Sumber :
http://prayudi.wordpress.com/2007/05/05/e-literacy/Yusuf Prayudi
(Diringkas dari buku Manajemen Perguruan Tinggi Modern, Karangan Eko Indrajit)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar